Jumat, 22 Juni 2012

sepp blatter:tekonologi garis gawang harus di gunakan




kiev-president FIFA sepp blatter angkat bicara menyusul terkaitnya kontroversi gol hantu yang terjadi pada laga krusial yang mempertemukan inggris dan tuan rumah ukraina.bletter sendiri menegaskan sangat dibutuhkan sekarang ini untuk segera menggunakan tekhnologi garis gawang.


gol hantu kembali terjadi ketika tuan rumah ukraina bersua dengan inggris,gol yang dibuat oleh marko devic pada menit ke 62' tidak disahkan oleh wasit lantaran wasit menilai bahwa bola belum melewati garis gawang.padahal setelah di lihat pada tayangan ulang jelas sekali terlihat kalau bola jelas sudah melewati garis gawang.


Dalam sebuah momen di menit ke-62, Marko Devic yang tinggal berhadapan dengan Joe Hart melepaskan tembakan dari jarak dekat. Meski sempat dibendung Hart, bola tetap melaju ke arah gawang. Saat itulah, John Terry datang dari arah belakang dan secara akrobatik menghalau si kulit bundar.


dalam tyangan ulang televisi terlihat jelas bahwa bola telah melewati garis gawang dan seharusnya gol tersebut sah.namun wasit yang memimpin laga itu tetap beranggapan belum terjadi gol.sehingga gol hantu tersebut tidak disahkan.


dengan kejadian tersebut sepp blatter berpendapat saat ini tekhnologi garis gawang sangat di butuhkan sehingga tidak terjadi lagi kontroversi gol hantu.


FIFA saat ini tengah menguji dua prototipe teknologi garis gawang. Prototipe pertama dari perusahaan Inggris, HawkEye, yang menggunakan serangkaian kamera di atap stadion untuk melacak lintasan bola. Yang kedua adalah dari perusahaan Jerman, GoalRef, yang memanfaatkan sensor.




Goal-line technology adalah teknologi yang digunakan dalam pertandingan sepak bola untuk menentukan apakah bola telah melewati garis gawang atau belum. Ada 3 komponen utama yang dibutuhkan dalam penerapan goal-line technology ini, yaitu : 

Bola yang digunakan dalam teknologi ini tentu bukan bola sepak biasa, melainkan bola yang telah dimodifikasi. Bentuk bola tersebut memang tidak jauh beda dengan bola pada umumnya. Bentuknya tetap bundar dengan bahan 100 persen polyurethane. Yang tampak berbeda hanya desain luar. Bentuknya tidak lagi terdiri atas bidang-bidang heksagonal dan pentagonal. Namun, garis-garisnya didesain berupa lengkungan-lengkungan yang berbentuk mendekati angka 8. Di dalam bola ini terdapat microchip yang diikat dengan kawat tipis supaya letaknya tetap berada di tengah bola. Microchip dibuat sedemikian rupa agar tidak rusak ketika mengalami guncangan atau tendangan yang keras. Microchip ini bertugas untuk mengirimkan sinyal yang berisi informasi mengenai posisi bola di lapangan. Berat bola mengikuti standard pada umumnya dan tidak dipengaruhi oleh adanya microchip


Unit Penerima






Unit ini menerima pesan dari komputer pusat dan menentukan apakah goal telah dicetak. Unit ini berbentuk seperti jam tangan yang dipakai oleh hakim garis dan wasit yang bertugas saat pertandingan. Pesan ”goal” yang dikirim dapat berupa pesan visual, audio, atau getaran.
Kabel tipis akan diletakkan di sekeliling area gawang untuk menciptakan medan magnetik. Kabel tersebut berdiameter 2 mm dan ditanam didalam tanah sedalam 15-20 cm. Medan magnetik ini akan membuat microchip dalam bola bereaksi ketika bola melewati garis gawang. Kerja kabel ini tidak akan dipengaruhi oleh perubahan cuaca selama pertandingan berlangsung.


Cara Kerja


Goal-line technolgy ini menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification). Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari perangkat portable dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh komputer. Pada goal-line technology, RFID terdiri dari microchip yang dipasang di tengah bola dan antena yang terletak di sekeliling lapangan. Selain dipasang di tengah bola, microchip juga dipasang pada kaki pemain. Dengan itu kita dapat mengetahui letak bola dan pemain selama pertandingan
berlangsung. Pengiriman data dapat dilakukan dengan cepat karena menggunakan frekuensi yang tinggi, yaitu 2.4 GHz ISM band. Sistem ini dapat mengukur 100.000 pengukuran tiap detiknya
Akurasi berkisar antara satu sampai dua cm, walaupun objek bergerak dengan kecepatan 140 km per jam. Terdapat 6 hingga 10 antena di sekeliling lapangan untuk menentukan posisi secara 3 dimensi. Di sekitar garis gawang dan area penalti terdapat kabel tipis yang dialiri oleh arus listrik, yang kemudian menghasilkan medan magnetik. Ketika bola melewati garis batas gawang, microchip pada bola akan mendapat sinyal dan mengirim pesan ke antena receiver. Terdapat sepasang receiver terletak di belakang gawang, yang berfungsi untuk melanjutkan pesan ke komputer pusat. Pesan yang dikirim oleh microchip juga mengalami enkripsi. Hal ini untuk mencegah pihak luar melakukan modifikasi pada pesan/data yang dikirim. Setelah itu giliran komputer pusat yang mengirimkan pesan ke penangkap sinyal yang berada pada jam tangan wasit. Tentu saja dilengkapi dengan tampilan data mengenai catatan waktu ketika gol itu dicetak. Dengan demikian hasil gol akan tercatat dengan akurat dan tidak lagi menimbulkan kontroversi seperti yang selama ini terjadi. Goal-line technology sendiri sampai sekarang masih terus dikembangkan dan baru diuji pada beberapa pertandingan sepakbola. Diharapkan teknologi ini dapat membantu pertandingan agar dapat berjalan dengan lancar dan adil.


untuk lebih jelasnya mari kita lihat video ini:











0 komentar:

Posting Komentar