Senin, 14 Mei 2012

'Membeli' Gelar? Di Inggris, City Bukan yang Pertama



Jakarta - Dengan uang banyak yang dipunya, Manchester City disebut telah membeli gelar juara Liga Inggris. Faktanya, Arsenal, Chelsea, Blackburn Rovers dan bahkan Manchester United juga pernah melakukan.

Ratusan juta poundsterling yang digelontorkan Sheik Mansour sejak mengakuisisi City di tahun 2008 lalu akhirnya membuahkan hasil. Membeli nama-nama besar seperti Sergio Aguero, Carlos Tevez, Vincent Kompany, David Silva, Edin Dzeko sampai Emmanuel Adebayor, malam tadi City akhirnya menyudahi penantian 44 tahun untuk kembali menjuarai Liga Inggris.


Jumlah uang yang dikeluarkan City untuk memperkuat skuadnya hingga punya daya saing dengan MU, Arsenal dam Chelsea memang luar biasa. Paling tidak, untuk transfer saja, kas klub bobol hingga 359,060 juta poundsterling. Jumlah tersebut setara dengan Rp 5,296 triliun!


Maka sahlah tudingan para kompetitor The Citizens yang menyebut mereka telah memberi gelar.


Tapi City bukan klub pertama yang dapat investasi besar-besaran dalam rangka meraih titel juara. Masih teringat jelas sekitar 10 tahun lalu bagaimana Roman Abramovich mengguncang Premier League dengan saat dia membeli dan membangun Chelsea dengan uang yang sepertinya tanpa batas.


Selama beberapa tahun awal dirinya berkuasa di Stamford Bridge, Abramovich memboyong di antaranya Ricardo Carvalho, Damien Duff dan Didier Drogba. Pengeluaran The Blues berlanjut saat mereka mengontrak Adrian Mutu dan kemudian Andriy Shevchenko.


Berdasarkan data dari Transfer Price Index (TPI), yang mengonversi nilai tansfer dan menyetarakannya dengan nilai uang saat ini, Carvalho, Duff dan Drogba ketika itu sama nilainya dengan 36,1 juta poundsterling, 34,4 juta poundsterling dan 43,7 juta poundsterling. Sementara Sheva, jika dikonvesri ke tahun ini, maka nilai transfernya setara dengan 53,5 juta poundsterling, alih-alih 30,8 juta poundsterling yang dibayarkan ke AC Milan ketika itu.


Saat Arsenal jadi juara Liga Inggris di tahun 1997/98, kondisinya juga tak jauh berbeda. Selama tiga tahun sebelumnya, The Gunners membeli David Platt (4,75 juta poundsterling), Dennis Bergkamp (7,5 juta poundsterling), Emmanuel Petit (3,5 juta poundsterling), Patrick Vieira (3,5 juta poundsterling) dan Marc Overmars (7 juta poundsterling). Dengan menggunakan formula milik TPI, skuad Arsene Wenger saat itu adalah yang paling mahal, di atas Liverpool dan Manchester United.


Sukses Blackburn Rovers menjuarai Premier League juga diawali dengan pembelian besar yang mereka lakukan dengan memboyong Tim Flowers, Chris Sutton dan Alan Shearer. Indeks TPI menyebut kalau skuad Rovers ketika itu lebih mahal ketimbang The Red Devils, meski masih kalah dibanding Liverpool.


Sebelum akhirnya membangun dinasti yang mendominasi Premier League, Manchester United juga melakukan strategi serupa. Tahun 1993, MU menjuarai Liga Inggris untuk kali pertama setelah menunggu 26 tahun. Itu didapat setelah mereka menggelontorkan 15 juta poundsterling dalam empat tahun sebelumnya.


Jumlah 15 juta pounsterling saat ini mungkin 'tak seberapa'. Tapi 20 tahun lalu itu merupakan angka yang sangat besar. Seperti dikutip dari The Times, pada tahun 1989 media-media Inggris menyebutnya dengan "upaya terang-terangan untuk membeli gelar yang sudah lama tak dimenangkan". Fergie bahkan disebut sebagai '"orang dengan buku cek terbesar yang pernah ada sepanjang sejarah di Old Trafford".


Di tahun 1989 Fergie memboyong lima pemain timnas Inggris yakni Neil Webb, Mike Phelan, Paul Ince, Danny Wallace dan Gary Pallister. Untuk Pallister, transfernya yang 2,3 juta poundsterling menjadi rekor pemain Inggris termahal ketika itu. 


Pembelian lain Fergie yang dianggap mahal ketika itu adalah Denis Irwin dan Peter Schmeichel dengan banderol 625,000 poundsterling dan Eric Cantona dengan 1,2 juta poundsterling di tahun 1992.


Foto: Sergio Aguero, City harus membayar 38 juta poundsterling untuk mendapatkannya (Reuters).

0 komentar:

Posting Komentar